Sold Out

Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri "Krisis Pengungsi Global: Perspektif Ind...

Event Information

Share this event

Date and Time

Location

Location

Aryaduta Medan

8 Jalan Kapten Maulana Lubis

Medan Petisah, Sumatera Utara 20112

Indonesia

View Map

Event description

Description

Krisis keamanan dan konflik-konflik bersenjata pada umumnya menjadi penyebab utama yang mengakibatkan krisis keamanan bagi masyarakat sipil di berbagai negara. Oleh karena itu, situasi ini mendorong terjadinya migrasi paksa atau forced migration. Agenda multilateral terkait dengan forced migration yang masih dibahas dalam forum multilateral dan memiliki komitmen tertinggi dalam penanganan pengungsi adalah New York Declaration for Refugees and Migrant. Deklarasi yang diadopsi pada bulan September 2016 oleh Majelis Umum yang memutuskan untuk mengembangkan global compact for safe, orderly and regular migration. Global compact menyediakan kesempatan untuk membangun konsensus internasional untuk tindakan praktis guna mengatasi perpindahan global dan promosikan migrasi yang dikelola dengan baik.


Namun, regulasi yang saat ini sudah diberlakukan di kawasan Asia dan Pasifik seperti negara-negara ASEAN (Thailand, Malaysia, dan Indonesia) serta Australia tidak seragam. Indonesia dan Australia telah memiliki peraturan dan undang-undang spesifik tentang penanganan pengungsi. Indonesia memiliki peraturan berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, sedangkan Australia memiliki peraturan berlandaskan Undang-Undang Migrasi 1958.

Berdasarkan data dari kantor UNHCR Jakarta, hingga Desember 2017 terdapat total 13.840 pencari suaka (4.045) dan pengungsi (9.795) di Indonesia. Keberadaan mereka tersebesar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain: Jakarta dan sekitarnya (6,444), Medan (2,221), Makassar (1,838), Pekan Baru (1,157), Tanjung Pinang/Batam, (682) dan , Surabaya (451), Kupang (338) dan beberapa kota lainnya. Berdasarkan data IOM bulan Juni 2017, migran ireguler tersebut bertempat tinggal di 5 Kantor Imigrasi (45 orang), 13 Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) (1.947 orang), 15 akomodasi yang difasilitasi oleh IOM (6.692 orang), dan secara mandiri.

Melihat perkembangan jumlah pengungsi forced migration yang masuk dan ditampung di Indonesia, maka Indonesia memerlukan langkah-langkah yang dipersiapkan jika terjadi krisis pengungsi sampai dengan proses pemulangan atau resettlement oleh UNHCR selesai. Dalam rangka menyusun langkah-langkah tersebut, kami bermaksud menyelenggarakan FKKLN dengan tema “Krisis Pengungsi Global: Perspektif Indonesia sebagai Negara Transit Pengungsi” pada hari Rabu, 28 Maret 2018 di Hotel Aryaduta Medan.

Pembicara:

Dicky Komar

Direktur HAM dan Kemanusiaan, Kemlu

Topik: Krisis Pengungsi Global dan Proses Global Compact for Refugees.

Brigjen Pol. Chairul Anwar

Kepala Desk Penanganan Penyelundupan Manusia, Pengungsi, dan Pencari Suaka; Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

Topik: Kebijakan dan Strategi Nasional terkait Penanganan Pengungsi di Indonesia.

Liberti Sitinjak, M.M., M.Si,

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatra Utara

Topik: Dampak dan Interaksi antara Pengungsi Asing dan Masyarakat Lokal di Indonesia.

Dr. Agus Heruanto Hadna

Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Topik: Tantangan dan Perspektif Indonesia sebagai Negara Transit.

Date and Time

Location

Aryaduta Medan

8 Jalan Kapten Maulana Lubis

Medan Petisah, Sumatera Utara 20112

Indonesia

View Map

Save This Event

Event Saved